Game, Kreativitas, dan Pendidikan

Sonic the Hedgehog, Mario Bros, Crash Bandicot, mungkin hanya beberapa ikon saja dari begitu banyaknya ikon-ikon dunia video games. Namun ketiga tokoh ini membawa memori tersendiri bagi anak-anak di zaman 90an akhir hinggan 2000an awal. Ketiga tokoh game ini telah mewarnai masa kecil anak-anak dengan imajinasi. Masa kanak-kanak mereka semakin menyenangkan dengan kehadiran gama-game itu.

Kini, anak-anak yang pada akhir tahun 90an masihlah anak-anak kecil yang polos, telah menjadi pria yang sudah dewasa. Mereka yang masa kecilnya diwarnai oleh imajinasi yang diciptakan lewat memainkan video games, telah menumbuhkan sisi-sisi kreativitas mereka. Dan kreativitas inilah yang kemudian memberikan  mereka inspirasi untuk menciptakan berbagai hal-hal baru, termasuk game-game baru.

Game, sekalipun seringkali membuat anak-anak lupa untuk belajar, sebenarnya bukanlah hal yang tidak memiliki manfaat. Dengan memanfaatkan media ini untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak, maka justru proses pembelajaran akan menjadi semakin efektif. Kreatifitas adalah salah satu hal yang banyak didapat dari bermain games. Games menumbuhkan sisi-sisi imajinasi dari anak-anak. Imajinasi dan kreativitas adalah sebuah hal yang sulit untuk dipisahkan. Keduanya saling berkaitan.

Saat ini bermuculan banyak platform video games, mulai dari yang berbasis konsol (Playstation, XBox, Wii), berbasis mobile (Angry Bird, Fruit Ninja, dll), maupun berbasis online (Ragnarok, Pet Society, dll). Hal ini semakin memberikan sebuah peluang untuk pemanfaatan game sebagai media pembelajaran. Para generasi yang dulu sempat merasakan menyenangkannya bermain video games, kini seharusnya menjadi generasi yang bisa menemukan cara memanfaatkan media games untuk pembelajaran. Dengan demikian, games tak lagi menjadi sekedar permainan, namun lebih dari itu, games telah membawa anak-anak untuk belajar banyak hal. Tak hanya tentang materi-materi pelajaran di sekolah. Namun lebih penting lagi, mereka belajar tentang kreativitas, kerjasama, pantang menyerah, logika, sejarah, kebudayaan, dan masih banyak lagi.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, membuat game bukan lagi hanya bisa dilakukan oleh perusahan-perusahaan besar. Lewat berbagai macam game engine, membuat game dapat semakin mudah dan menyenangkan. Bukan tidak mungkin, anak-anak yang baru berumur belasan tahun namun telah mampu membuat game sendiri. Thomas Suarez, seorang anak berusia 12 tahun telah membuktikan hal ini. Di usianya yang sangat muda, ia telah berhasil menciptakan game untuk perangkat iPhone dan iPad. Jika memang kita mau berusaha untuk melakukannya, tak ada yang tak mungkin bukan?

Oleh: Kelompok 16 Kelas Pembuatan Game 2011 (Galih Adi, Ibrahim Musa, Kukuh Indrayana)

Leave a Comment