Semaphore : game wajib bagi anak PRAMUKA

Semaphore. Sebuah kata asing yang jarang orang mengetahui apa yang dimaksudkan kata tersebut. Kata-kata tersebut berasa enak ditelinga dan berasa nuansa high tech tahun 1970-an. Mungkin bukan berasal dari bahasa Indonesia. Mungkin kata untuk alat canggih yang dapat memecahkan masalah manusia.Ternyata semua deskripsi diatas kurang tepat alias salah. Bagi para aktifis pramuka, baik pelajar, mahasiswa, hingga guru-guru, pasti familiar dengan kata-kata tersebut. Kata tersebut digunakan untuk memberi nama untuk sebuah sandi, mirip-mirip sandi morse yang kesohor itu, yang menggunakan media 2 bendera untuk menandakan suatu huruf tertentu.

Semaphore sendiri mulai diajarkan ketika seorang pramuka mulai masuk ke organisasi kepanduan ini. Dari awal mereka dituntut untuk menguasai kode ini. Sejak dari siaga, yang memakai baret hijau, sudah harus mengenal kode ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa pramuka siaga merupakan tingkatan kepanduaan untuk anak SD, padahal untuk ukuran anak Sd sangat susah untuk memberikan pengertian betapa pentingnya sesuatu. Oleh karena itu diperluakan suatu metode khusus untuk mengajarkan kode ini ke pramuka siaga.

Salah satu ,metode belajar yang disukai anak SD(dalam hal ini adalah pramuka siaga) adalah melalui belajar melalui game. Untuk itulah dibutuhkan sebuah game yang mampu mengenalkan kode semaphore ke user yang memainkannya. Game tersebut seyogyanya dapat mengenalkan masing-masing kode dan terjemahannnya dalam huruf biasa. Game tersebut juga harus mensimulasikan bagaimana cara mengaplikasikan kode tersebut seperti biasanya digunakan. Tujuan akhirnya adalah memberikan waktu lebih para siswa untuk berlatih kode ini, sehingga diharapkan kemampuannya menggunakan kode ini akan meningkat, dan nantinya pembina pramuka cukup memberikanya dalam satu kali pertemuan tatap muka. Kelebihan jam ajarnya dapat digunakan untuk keperluan lain yang lebih penting.

Mungkin itulah sedikit narasi untuk menggambarkan sebuah game yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan para pelajar SD tersebut. Dalam game itu, pemain dituntut untuk dapat membaca kode-kode semaphore yang kemudian menuliskannya lagi dalam bentuk huruf latin yang biasa kita gunakan.

Dalam game “Semaphore” ini, pemain dihadapkan kepada 10 level kesulitan. Setiap level memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, dengan tingkat kesulitan semakin meningkat dari level pertama hingga yang ke sepuluh. Level kesulitan dilihat dari jumlah kata yang keluar dan juga waktu yang disediakan.

Dalam permainan ini, user dihadapkan pada seorang pramuka yang memengang dua buah bendera. Pramuka tersebut, tanpa basa-basi, langsung menyambut user dengan segepok kode semaphore menggunakan kedua benderanya. Pramuka tersebut memberikan kode semaphore kata per kata, tiap jeda kata, pemain diberikan kesempatan untuk memecahkan kode semaphore tersebut. Setelah beberapa kata user akan diberi tahu berapa skor yang dia dapatkan. Skor tersebut dicatat dan dimasukkan ke dalam list skor tertinggi. Bila ditengah-tengah permainan user merasa keletihan, permainan dapat disimpan, ketika nanti user ingin melanjutkan, user dapat meload ulang permainan yang tadi user simpan.

Secara garis besar, game ini memang sangat membantu meningkatkan jam terbang siswa dalam hal membaca semaphore, namun secara keseluruhan masih banyak yang harus diperbaiki. Secara grafik, tampilan dari game ini masih sangat sederhana dan cenderung membosankan.Kemudian secara gameplay, permainannya juga masih “begitu-begitu” saja sehingga memungkinkan user meninggalkan permainan di tengah-tengah stage. Belum ada punishment dan reward yang menggigit di game ini, sehingga user merasa kurang tertantang.

Kesimpulannya game ini sudah berhasil memenuhi kebutuhan penambahan jam terbang atau latihan untuk siswa membaca kode semaphore, namun dari segi kualitas game, “Semaphore” masih butuh banyak perbaikan agar user tidak bosan dan merasa tertantang untuk memaninkannya.

Judul                     : Semaphore

Genre                   : Game Edukasi

Developer           : Digital Media dan Game Teknologi – Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan South East Asian Ministers Open Learning Center (SEAMOLEC)

Rentang Usia     : Anak-anak – Remaja

Homepage          : http://javagameindo.blogspot.com/

Download Link  : http://www.archive.org/download/Semaphore_819/Semaphore_ok.rar

Reviewer             : Median Yuli Hartanto INFORMATIKA07

One Comment

  1. ujodafi says:

    Alhamdulillah, sangat memudahkan anak-anak dalam belajar semaphore, terutama dalam persiapan keikutsertaan dalam ajang JAMBORE

Leave a Comment